Ini Jakarta. Pilihannya, datang
terlambat atau berangkat pagi buta. Setengah enam pagi harus sudah dapat bis,
kalau tidak, pasti terlambat. Jawaban itu selalu berhasil memuaskan pertanyaan
jam berapa berangkat dari rumah. Namun, setelah mengangguk-anggukan kepala,
pertanyaan berlanjut. Kalau pulangnya bagaimana? Naik gojek sampai Slipi,
setelah itu naik bis yang arah ke Islamic. Nah, sudah ketahuan kan darimana
saya berangkat dan pulang kerja. Apa? Belum?. Ini Jakarta.